Tempat Wisata Kuliner yang TOP kawasan Kemang di Kota Jakarta


Tempat Wisata Kuliner yang TOP kawasan Kemang di Kota Jakarta

Wao jika Anda liburan untuk berwisata di Kota Jakarta mampir yuk ke tempat yang satu ini, sangat terkenal di kawasan kemang disini kamu bisa menemukan deretan tempat makan paling favorit dan salah satu yang paling terkenal ada. Kemang sendiri merupakan kampung modern yang di dalamnya banyak sekali bertaburan jenis-jenis kafe, resto, hotel, dan kaum ekspatriat. Kawasan ini adalah tempat bersantai, bersantap, dan berkumpulnya kaum muda dan tua sambil menikmati hiburan.

Makanan apa aja yang kamu cari, mulai dari makanan yang dijual di pinggir jalan sampe makanan mewah di restoran berkelas, bakalan kamu dapetin disini sesuai selera dan isi dompet kamu. Kafe dan restoran yang berderet disini seperti, Coterie, Ratu Bahari, Chi Chi's Restaurant,  Jimbani, Cafe de Paris, Padzzi, Meksiko Restaurant, Kemang 31, Pizza Hut, Dairy Queen, Chubby Burger, Raja Bubur, Oh La La cafĂ©, Opi’s Kebab, Mangkok Putih dan masih banyak lagi.


Tapi ada satu yang paling jadi favorit disini, yaitu Kemang Food Festival yang ramai dikunjungi oleh kaum muda mulai  jam 20.00 sampai jam 2 pagi. Yang unik disini adalah begitu kamu duduk, serombongan pelayan yang membawa menu akan langsung ngerubutin meja kamu. Kalo kamu nggak mau ini terjadi, lebih baik kamu berputar-pura dulu mencari santapan yang cocok sesuai selera. Disini banyak yang bisa kamu temui, ada Roti Bakar Eddy, Nasi Bakar Kemang, sampai Gecko. Kamu juga bisa mampir ke Food Place dan The Food Fare yang ada diseberang Kemang Food Festival.

Kawasan Kemang yang terletak di Jakarta Selatan memang selalu jadi tujuan utama anak muda yang ingin bersantai sambil menikmati kuliner yang lezat. Kemang Food Festival atau KFF merupakan sebuah pujasera dengan berbagai gerai makanan mulai dari masakan Cina, Jepang, Aceh, Makassar, dan Timur Tengah. Kamu tinggal pilih deh makanan apa yang kamu suka, bisa di indoor atau outdoor.

Roti Bakar Edy yang sudah tersohor di Jakarta juga membuka gerainya disini. Beda sama konsep gerainya di Blok M yang ala outdoor kaki lima, Roti Bakar Edy di Kemang Food Festival tampil lebih elegan dengan konsep kafe. Tapi tenang aja, menunya nggak ada yang berubah kok, roti bakar dengan berbagai macam isi atau selai favorit kamu tetep ada disini.

Kalo kamu suka sama kuliner Jepang, ada gerai Sushimishe juga loh di KFF. Tempura Udon, Unagi Kabayaki, Unagi Dragon, Crispy Roll, aneka bento adalah beberapa menu andalan dari gerai Sushimishe. Kalo yang nggak mau terlalu berat, kamu bisa cicipin bubur di Raja Bubur yang berada tepat di samping gerai Sushimishe. Selain aneka bubur, Raja Bubur juga menyajikan menu lainnya seperti dim sum.

Kamu bisa mulai mengunjungi KFF sore hari mulai jam 5 sore. Hampir tiap kali KFF diselenggarakan selalu ramai sampai tengah malam, bahkan pada akhir pekan bisa sampai dini hari. Lokasi strategis dan pertunjukan live band yang selalu diadakan pengelola KFF juga semakin membuat pusat wisata kuliner di kawasan Kemang ini jadi makin menarik.

Tempat Wisata Kuliner Kedai Kopi Apek Tertua dan Populer di Medan


Tempat Wisata Kuliner Kedai Kopi Apek Tertua dan Populer di Medan

Jika Anda suka minum Kopi ini bisa menjadi pilihan jika Anda sedang jalan-jalan di kota Medan. Bukan rahasia kalau Medan adalah kota yang multietnis. Beragam suku bangsa berbaur indah di setiap sudutnya. Warga dari berbagai latar belakang budaya bercengkerama di ruang yang tak berbatas. Dan, Kedai Kopi Apek adalah salah satu ruang yang dimaksud. Diperkirakan berdiri sejak 1923, kedai ini pun menjadi saksi bisu interaksi tersebut.

Ini tempat yang wajib dikunjungi para penggemar kopi. Kedai Kopi Apek yang terletak di Berada di Kopi Apek, terasa terlempar kembali ke masa lalu. Bahkan saat memasuki Jalan menuju Kedai kopi Apek, tepat di Jalan Hindu, Nomor 37 Medan, bangunan

Menu favorit di sini adalah Kopi O yang merupakan kopi hitam tanpa gula. Untuk menemani secangkir kopi, sebaiknya Anda juga memesan menu lain seperti roti bakar, roti kukus, martabak telur atau nasi soto.

Setelah berada di Kedai kopi Apek, bayangan tentang kapan bangunan dibangun akan muncul dengan sendirinya. Suasana vintage pun semakin terasa. Gedung ini berlantai dua, lantai atas digunakan untuk tempat tinggal keluarga. Lantai dasar yang digunakan sebagai kedai kopi tidak begitu luas, sekitar 5×6 meter. Meja, kursi, lemari, dan peralatan ngopi yang digunakan tampak sudah tua. Warna asli kayu dibiarkan mendominasi meja kedai kopi tersebut.  Di salah satu sudut warung ada tempat pemujaan berikut makanan persembahan, khas Tionghoa.

Namun sayang, The Legend of Kedai Kopi Apek, sang pemilik, Thaia Tjo Lie sudah tiada. Anaknya, Suyenti (37) juga mengaku tidak banyak tahu tentang sejarah berdirinya kedai ini. Hanya saja ia memperkirakan bahwa kedai itu telah berdiri sejak 90 tahun yang lalu didirikan oleh kakeknya.

“Jujur saya kurang mengerti kalau ditanya sejarahnya, namun satahu saya warung ini sudah ada sejak 90 tahun lalu. Didirikan oleh orangtua bapak saya, Thia A Kee dan Khi Lang Kiao,” kata Suyenti saat ditemui Sumut Pos, Selasa (26/3) lalu.

Meskipun tidak mengetahui banyak tentang sejarah berdirinya kedai kopi Apek, Suyenti bersama keluarga selalu berusaha mempertahankan ‘keaslian’ kedai kopi tersebut. Hal ini juga karena banyaknya pengunjung yang merasa senang pada suasana tempoe doeloe. “Melalui kesepakatan dan karena banyak pengunjung yang merasa senang dengan suasana tempo dulu di sini, kita tetap berusaha mempertahankan keaslian kedai kopi ini,” ujar Suyenti yang saat ini menjadi pengelolah Kedai Kopi Apek.

Kedai kopi ini, kata Suyenti, memang sengaja dibuka pada pagi hari sebagai tempat untuk sarapan bersama keluarga dan sahabat. Namun sesekali, ada juga paengunjung yang datang hanya sendirian, khususnya bagi mereka yang memang memiliki kenangan tersendiri di Kota Medan. “Kadang ada juga orang datang sendiri sambil merenung. Ternyata ketika ditanya, dulu ia sering sarapan sama ayahnya di warung ini. Jadi banyak sejarah di sini,” katanya.

Kedai ini dikunjungi oleh beragam warga Medan yang multikultur. Setiap harinya, masyarakat dari berbagai etnis duduk sambil menikmati kopi. Ada etnis Cina, Jawa, Tamil, Nias, Mandailing, Toba, Karo, Simalungun, Melayu, dan bahkan bule dari luar negeri.

Soal hidangan, sejak lama kedai kopi ini menyajikan kopi hitam yang berasal dari Sidikalang dan Lintong Hasundutan. Orang sering menyebutnya dengan kopi O, kopi hitam tanpa gula. Ini pula menjadi satu kebanggaan bagi Apek saat masih hidup dulu. Suyenti bertekad meneruskan apa yang sudah dilakukan ayahnya dulu, hanya menyediakan kopi terbaik dari Sidikalang bagi pelanggan mereka. “Resepnya itu rahasia dong, namun semua hasil racikan kita sendiri dan asli kopi Sumatera, karena kata bapak, kopi Sumatera itu adalah kopi ternikmat di dunia,” ujarnya.

Tidak hanya kopi, teh dan berbagai aneka camilan seperti roti tawar bakar atau kukus rasa srikaya, martabak telur, telur setengah matang bahkan sampai makanan berat seperti nasi soto, mie tiauw goreng ada disediakan di Kopi Apek. Harganya variatif, mulai Rp4.000 sampai Rp25.000. Untuk kopi hanya Rp11.000 per gelasnya. Bahkan bagi pengunjung yang ingin membawa makanan dari luar juga diperbolehkan. “Siapapun yang masuk ke warung juga boleh pesan makanan ke pedagang di sekeliling warung,” katanya.

Untuk hidangan seperti roti cane, nasi soto, martabak dijual oleh pedagang lain yang juga menempati kedai kopi tersebut. Satu hal yang patut diapresiasi. Bukti bahwa Kota Medan terbentuk dari komunitas berbagai kebudayaan. “Ada Pak Ane, pria keturunan Tamil dan Pak Somo orang Jawa juga berjualan di sini. Di gerobak Pak Ane tertulis ‘Nasi Briani, hari Jumat’. Ia memang khusus menjual nasi briani khas India pada hari Jumat. Pak Somo khusus soto,” katanya.

Kedai Kopi Apek dibuka setiap hari, mulai pukul 06.00 sampai pukul 14.00 WIB. Khusus hari Sabtu dan Minggu, hanya sampai pukul 12.00 WIB. Untuk hari Minggu, biasanya setelah jam 12.00 WIB, pihaknya selalu melakukan perbaikan kepada kursi-kursi. “Maklum sudah sangat tua, jadi setiap pekan kita cek mana kursi yang sudah goyang-goyang baru kita perbaiki. Kursi dan meja di sini juga sudah tua,” katanya.

Mengingat sedikit cerita ayahnya, pengunjung Kedai Kopi Apek adalah para direktur perusahaan dan  perkebunan seperti London Sumatera (Lonsum), Tentara Belanda, Jepang bahkan pahlawan Djamin Ginting. “Kata ayah saya, dahulu yang sering kemari itu para pekerja di Lonsum, tentara Belanda dan Jepang bahkan pahlawan Djamin Ginting,” katanya.

Seorang pengunjung asal Malaysia, David (49), mengatakan, 4 tahun setelah ia datang ke Medan, ia menjadi pecinta Kopi Apek. “Saya suka rasa kopinya, rasanya lain. Biasanya kalau ke Medan, saya lebih baik sarapan di Kopi Apek dari pada di hotel,” ucapnya.

Tempat Wisata Kuliner di Merdeka Walk, Medan


Tempat Wisata Kuliner di Merdeka Walk, Medan

Jika Anda berjalan-jalan di Kota Medan kami akan suguhkan tempat wisata yang patut Anda kunjungi seperti halnya salah satu wisata kuliner yang satu ini terletak di lapangan Merdeka Medan atau lebih dikenal sebagai Merdeka Walk yang berada di jantung kota dan berseberangan dengan stasiun besar kereta api.

Merdeka Walk merupakan salah satu spot terbaik untuk anda yang ingin mencicipi hidangan khas kota Medan. Merdeka Walk juga menyajikan hiburan dan arena pertunjukan pada malam hari, mulai dari remaja hingga keluarga. Tempat yang mirip dengan food court di Mall ini menawarkan beragam pilihan makanan, Merdeka Walk menawarkan berbagai makanan mulai dari Western Food, Asian Food sampai makanan khas Medan. Sebut saja Coffee Bean Cafe, Oh Lala Cafe, New Zeland Juice, Ice Cream, Nelayan Restoran, Pearl Terrace, minuman, Hometo Restoran, Sunshine Cafe, Dupendys.

Harga yang di tawarkan Merdeka Walk pun cukup bagus. Tidak hanya makanan, di beberapa sisi Merdeka Walk juga terdapat arena permainan serta stand souvenir, aksesories, CD dan DVD. Tidak jarang event musik dan hiburan pun digelar, bahkan Hai Minimum Stage pernah menjajal venue di Merdeka Walk ketika roadshow di Medan.

Jika Anda suka wisata di malam hari? Datang saja ke Merdeka Walk yang merupakan kawasan hiburan malam dan tempat wisata kuliner di Medan yang terbesar. Menariknya, di sini juga biasa dijadikan lokasi berbagai kegiatan seru anak muda seperti lomba dance, lomba band dan juga nonton bareng.
Loading...