Wisata The Coral Triangle, Kepulauan Togean Sulawesi

Wisata The Coral Triangle, Kepulauan Togean Sulawesi

Wisata The Coral Triangle, Kepulauan Togean Sulawesi

Kali ini kita jalan-jalan ke Pulau Sulawesi, pulai ini memang terkenal sebagai pulau dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Salah satunya adalah Kepulauan Togean. Kepulauan ini secara administratif berada di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Sering dikenal nengan nama Togian Island atau Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT).

Wilayah Kepulauan Togean yang paling menarik adalah wilayah perairan lautnya. Sekitar 336.773 hektar perairan Kepulauan Togean telah menjadi bagian dari TNKT. Tentu saja karena kekayaan alam bawah lautnya yang menakjubkan, dan akan terus dilindungi demi kelestarian alamnya.

Gugusan Kepulauan TogeanSebagai bagian dari wilayah Pulau Sulawesi, Kepulauan Togean tercatat dalam daftar wilayah Coral Triangle region Indonesia-Filipina (region 1). Sedikit informasi, Coral Triangle adalah wilayah segitiga perairan laut tropis yang memiliki lebih dari 500 spesies gugusan terumbu karang. Wilayah perairan di sekitar Pulau Sulawesi termasuk di dalam segitiga ini. Yang terpenting adalah, kawasan Coral Triangle merupakan pusat kekayaan hayati bawah laut (biodiversitas) dari seluruh biodiversitas dunia. Serta merupakan kawasan konservasi yang utama di dunia, yang berada dibawah naungan WWF (World Wide Fund for Nature).

Salah Satu Jenis Karang Tipe Karang TompohSebagai bagian dari The Coral Triangle, Kepulauan Togean menyimpan kekayaan hayati bawah laut yang sangat menakjubkan. Tercatat 4 tipe terumbu karang yang ada di wilayah perairan Kepulauan Togean. Yaitu Karang Cincin (Atol), Karang Tompoh (Patch Reef), Karang Tepi (Fringing Reef), dan Karang Penghalang (Barrier Reef). Berbagai terumbu karang dengan aneka warna dapat Anda temukan di dalam laut. Sekitar 262 spesies terumbu karang dari 19 Famili tersebar di perairan kepulauan ini. 7 spesies diantaranya adalah spesies endemik Kepulauan Togean.

Menjelajah perairan Kepulauan Togean yang menakjubkan ini, Anda bisa menyaksikan Ikan Kupu-kupu (sekitar 35 jenis), Paus Pilot, Ikan Pari Manta, Hiu Karang Abu-abu, Ikan Trevally mata besar (Trochus niloticus), Kima raksasa (Tridagna gigas), Lola (Trachus niloticus), dan Dugong (sejenis Ikan Duyung). Tak hanya itu, jika beruntung Anda juga bisa bertemu dengan spesies penyu yang sudah tergolong langka. Seperti Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Hijau (Chelonia mygas). Penyu-penyu tersebut sering menepi di pantai kepulauan ini untuk bertelur.

Berbagai macam ikan dengan berbagai ukuran dan warna-warna juga bisa Anda lihat di dalam perairan Togean. Sekitar 596 spesies ikan (dari 62 Famili) dapat Anda temukan, dimana ikan-ikan tersebut bersarang dalam terumbu karang nan indah. Dua spesies diantaranya merupakan spesies ikan endemik Kepulauan Togean, yaitu Ecsenius sp. dan Paracheilinus togeanensis. Tak hanya itu, Anda juga bisa menikmati keindahan Molusca (555 spesies), Gastropoda (336 spesies), Bivalvia (211 spesies), Cephalopoda (2 spesies), Scaphopoda (2 spesies), dan Chiton (4 spesies).

Sedangkan di wilayah tepi perairan, banyak terdapat hamparan rumput pantai (Seagrass bed) yang menjadi tempat mencari makan ikan-ikan Dugong. Selain itu juga terdapat hutan mangrove dengan 33 jenis mangrove dari 26 Genus dan 21 Famili. Tentu saja Anda akan mendapati beberapa jenis burung yang bersarang di sekitar pantai. Menakjubkan, bukan?

Wisata Danau Poso Sulawesi Tengah

Wisata Danau Poso Sulawesi Tengah

Wisata Danau Poso Sulawesi Tengah

Pada umumnya, pasir putih dapat Anda jumpai di tepian pantai. Namun kali ini, Anda bisa menjumpai pasir putih di pinggir sebuah danau. Danau Poso yang terletak di Poso, Sulawesi Tengah ini memiliki pasir putih yang menutupi sebagian besar tepi danau. Pasir putih yang ada di Danau Poso sama dengan pasir putih yang biasa Anda jumpai di pantai-pantai tepi laut. Selain itu, tepian Danau Poso juga diselimuti dengan pasir kuning. Tekstur pasir kuning sama dengan pasir putih, hanya saja berwarna kuning.

Danau Poso Sulawesi merupakan danau terbesar ke-3 di Indonesia, Danau Poso memiliki panjang sekitar 32 Km dan lebar sekitar 16 Km. Paintainya terbentang sekitar 127 Km mengelilingi perairan danau ini. Dengan titik terdalam sekitar 510 meter dan kedalaman rata-rata sekitar 195 meter, Danau Poso juga terhitung sebagai salah satu danau paling dalam di Indonesia.

Berada di ketinggian sekitar 657 mdpl, Danau Poso memiliki pemandangan yang indah dan menakjubkan. Dengan dikelilingi perbukitan dan area hutan, Anda bisa menikmati pemandangan alami sambil menghirup udara yang sejuk. Dengan pantai pasir putih bersih yang memantulkan cahaya matahari, serta ekosistem danau yang masih terjaga, membuat pemandangan Danau Poso terlihat segar.

Pasir Putih dan Kuning Danau Poso memiliki perairan yang sangat jernih. Walaupun di musim hujan banjir datang dari sungai-sungai yang mengarah ke danau ini, perairan Danau Poso tidak menjadi keruh dan tetap jernih. Di Danau Poso ini Anda bisa menemukan suasana yang tidak jauh berbeda seperti di pantai-pantai tepi laut. Warna air yang hijau bening bagian tepi danau, dan biru laut di bagian tengah danau akan membuat Anda serasa berada di tepi laut yang indah. Jangan lupa untuk membawa baju ganti jika Anda berwisata ke danau ini, karena Anda pasti tertarik untuk berenang di perairan Danau Poso yang bening dan tenang.

Di sekitar tepian danau, pada perairan yang dangkal Anda tidak akan menemukan batu karang di dasar perairan. Pasir dua warna yang menutupi pantai danau ini, juga menutupi dasar perairan sampai ke wilayah yang dalam. Sehingga sangat aman bagi Anda untuk bermain-main di perairan dangkal. Kaki Anda tidak akan sakit atau perih karena di dasarnya tidak ada batu karang. Mata Anda juga tidak akan meras perih serta tenggorokan Anda tidak akan sakit, karena air di Danau Poso bukan adalah air tawar, bukan air asin.

Jika Anda ingin berjalan-jalan menyusuri perairan Danau Poso, Anda bisa menyewa perahu motor (ketingting) yang disediakan di sekitar tepi danau. Dengan berkeliling menyusuri danau, Anda akan menemukan pemandangan-pemandangan yang menakjubkan. Anda akan melihat kehidupan keseharian masyarakat setempat, seperti memancing, menjala ikan, atau budidaya ikan di keramba-keramba. Bagi Anda yang hobi memancing, Anda bisa melakukan aktivitas kesukaan Anda tersebut di danau ini. Jika beruntung, Anda akan mendapatkan Ikan Sidat atau Ikan Sogili yang besarnya mencapai 2 meter. Ikan ini adalah ikan endemik Danau Poso, dan merupakan ikan air tawar terbesa di jenisnya.

Pemandangan di sekeliling Danau Poso juga tak kalah menarik. Pegunungan dan hutan yang masih asri mengelilingi danau ini. Sesekali Anda akan melihat beberapa jenis burung terbang melintas, atau berkicau di sekitar rerimbunan hutan.

Di beberapa tempat, Anda bisa menjumpai sekumpulan batu-batu besar yang muncul dari dalam danau, seakan seperti sebuah kompleks batu yang terapung. Masyarakat setempat menamai kompleks batu tersebut dengan sebutan Watu Ngonggi dan Watu Asa Mpangasa Angga. Watu Ngonggi adalah sekumpulan batu-batu yang bisa mengeluarkan bunyi jika dipukul. Di sekitar Danau Poso wilayah Desa Tentena, Anda juga bisa menemukan beberapa gua. Gua-gua tersebut cukup dalam, bahkan ada gua yang kedalamannya sampai ke dasar danau.

Flora Unik Di Sulteng
Selain memiliki Poso dan Togean, Sulteng juga memiliki kelebihan lain yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Salah satu kelebihannya adalah karena Sulteng merupakan surga bagi flora langka. Flora tersebut diantaranya adalah Tarsius pumilus, demikian nama ilmiah spesies yang ditemukan di Taman Nasional Lore Lindu, oleh Sharon Gursky-Doyen antropologi dari Texas A&M University, AS, pada 1998. Tarsius pumilus yang juga disebut tarsius kerdil, krabuku kecil, atau ngasi dan tangkasi oleh penduduk lokal merupakan jenis tarsius paling kecil. Ukuran tubuhnya saat dewasa antara 93-98 milimeter dan berat 57 gram. Panjang ekornya antara 197-205 milimeter. Binatang langka ini menjadi fenomena karena monyet terkecil di dunia ini sudah lebih dari 80 tahun tidak pernah terlihat.

Eits…tidak itu saja masih ada yang dapat ditawarkan Sulteng untuk menghabiskan liburan anda, masih ada hal menarik lainnya di kabupaten Tojo una-una yang masih kental adat-istiadatnya itu. Di sana anda dapat melihat langsung kehidupan warga primitif dan keindahan desanya yang tak tersentuh dunia gemerlap, serta keindahan alamnya yang belum terjamah. Tojo una-una memiliki 30 titik menyelam yang menawarkan keindahan bawah laut menakjubkan.

Anda juga bisa mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan. Karena aktivitas volkanisnya pulau ini dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang subur dan rimbun, serta dikelilingi oleh formasi bukit karang. Batu karang dan pantainya menjadi tempat bagi beberapa binatang laut untuk tinggal dan berkembang biak, seperti kura-kura hijau, dll. Maria Prameswari  
Loading...